Rabu, 07 Januari 2015

Teknologi Radio

Radio
    Sejarah radio adalah sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakan gelombang radio. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio.
    Rata-rata pengguna awal radio adalah para maritim, yang menggunakan radio untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode morse antara kapal dan darat. Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang yang memata-matai armada Rusia saat Perang Tsushima pada tahun 1901. Salah satu penggunaan yang paling dikenang adalah saat tenggelamnya RMS Titanic pada tahun 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam dengan kapal terdekat dan komunikasi ke stasiun darat. Radio digunakan untuk menyalurkan perintah dan komunikasi antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut di kedua pihak pada Perang Dunia II; Jerman menggunakan komunikasiradio untuk pesan diplomatik ketika kabel bawah lautnya dipotong oleh Britania. Amerika Serikat menyampaikan Program 14 Titik Presiden Woodrow Wilson kepada Jermanmelalui radio ketika perang. Siaran mulai dapat dilakukan pada 1920-an, dengan populernya pesawat radio, terutama di Eropa dan Amerika Serikat. Selain siaran, siaran titik-ke-titik, termasuk telepon dan siaran ulang program radio, menjadi populer pada 1920-an dan 1930-an Penggunaan radio dalam masa sebelum perang adalah untuk mengembangan pendeteksian dan pelokasian pesawat dan kapal dengan penggunaan radar. Sekarang, radio banyak bentuknya, termasuk jaringan tanpa kabel, komunikasi bergerak di segala jenis, dan juga penyiaran radio. Sebelum televisi terkenal, siaran radio komersial termasuk drama, komedi, beragam show, dan banyak hiburan lainnya; tidak hanya berita dan musik saja.
Radio merupakan perangkat teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal. Perangkat elektronik ini memiliki fungsi untuk menyampaikan Informasi berupa suara dari station pemancar melalui frekuensi yang telah ditetapkan. Radio menggunakan gelombang elektro-magnetik untuk mengirimkan suara melalui udara. Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik. Gelombang ini terbentuk ketika obyek bermuatan listrik dimodulasi. Modulasi adalah teknik menumpangkan sebuah sinyal pada sinyal yang lain. AM (Amplitude Modulation) dan FM (Frequency Modulation) merupakan sistem modulasi yang sering digunakan. Sistem FM mempunyai kelebihan dapat menghilangkan gangguan oleh gelombang radio lainnya. FM juga dapat menghilangkan gangguan suara oleh cuaca seperti petir maupun hujan dan menghasilkan suara yang lebih jernih dibanding dengan sistem AM. Namun, sistem FM mempunyai kelemahan yaitu jangkauan yang kurang luas.
    Radio juga dapat kita gunakan untuk mendengarkan lagu yang sedang diputar, memasangkan iklan di radio, kita juga dapat berkomunikasi di radio dengan cara menelfon nomor radio yang sedang disiarkan. Radio sedikit sama seperti televisi, hanya yang membedakannya televisi dapat dilihat dan didengar televisi juga teknlogi yang lebih modern dari radio, sedangkan radio hanya bisa didengar tidak dapat dilihat tetapi fungsinya sama saja.

Sejarah Radio AM
    Radio AM (modulasi amplitudo) bekerja dengan prinsip memodulasikan gelombang radio dan gelombang audio. Kedua gelombang ini sama-sama memiliki amplitudo yang konstan. Namun proses modulasi ini kemudian mengubah amplitudo gelombang penghantar (radio) sesuai dengan amplitudo gelombang audio.
Pada tahun 1896 ilmuwan Italia, Guglielmo Marconi mendapat hak paten atas telegraf nirkabel yang menggunakan dua sirkuit. Pada saat itu sinyal ini hanya bisa dikirim pada jarak dekat. Namun, hal inilah yang memulai perkembangan teknologi radio. Pada tahun 1897 Marconi kembali mempublikasikan penemuan bahwa sinyal nirkabel dapat ditransmisikan pada jarak yang lebih jauh (12 mil). Selanjutnya, pada 1899 Marconi berhasil melakukan komunikasi nirkabel antara Perancis dan Inggris lewat Selat Inggris dengan menggunakan osilator Tesla.
 John Ambrose Fleming pada tahun 1904 menemukan bahwa tabung audion dapat digunakan sebagai receiver nirkabel bagi teknologi radio ini. Dua tahun kemudian Dr. Lee deForest menemukan tabung elektron yang terdiri dari tiga elemen (triode audion). Penemuan ini memungkinkan gelombang suara ditransmisikan melalui sistem komunikasi nirkabel. Tetapi sinyal yang ditangkap masih sangat lemah. Barulah pada tahun 1912 Edwin Howard Armstrong menemukan penguat gelombang radio disebut juga radioamplifier. Alat ini bekerja dengan cara menangkap sinyal elektromagnetik dari transmisi radio dan memberikan sinyal balik dari tabung. Dengan begitu kekuatan sinyal akan meningkat sebanyak 20.000 kali perdetik. Suara yang ditangkap juga jauh lebih kuat sehingga bisa didengar langsung tanpa menggunakan earphone. Penemuan ini kemudian menjadi sangat penting dalam sistem komunikasi radio karena jauh lebih efisien dibandingkan alat terdahulu. Meskipun demikian hak paten atas amplifier jatuh ke tangan Dr. Lee deforest. Sampai saat ini radio amplifier masih menjadi teknologi inti pada pesawat radio.

Sejarah Radio FM
    Radio FM (modulasi frekuensi) bekerja dengan prinsip yang serupa dengan radio AM, yaitu dengan memodulasi gelombang radio (penghantar) dengan gelombang audio. Hanya saja, pada radio FM proses modulasi ini menyebabkan perubahan pada frekuensi.
Ketika radio AM umum digunakan, Armstrong menemukan bahwa masalah lain radio terletak pada jenis sinyal yang ditransmisikan. Pada saat itu gelombang audio ditransmisikan bersama gelombang radio dengan menggunakan modulasi amplitudo (AM). Modulasi ini sangat rentan akan gangguan cuaca. Pada akhir 1920-an Armstrong mulai mencoba menggunakan modulasi dimana amplitudo gelombang penghantar (radio) dibuat konstan. Pada tahun 1933 ia akhirnya menemukan sistem modulasi frekuensi (FM) yang menghasilkan suara jauh lebih jernih, serta tidak terganggu oleh cuaca buruk.
    Sayangnya teknologi ini tidak serta merta digunakan secara massal. Depresi ekonomi pada tahun 1930-an menyebabkan industri radio enggan mengadopsi sistem baru ini karena mengharuskan penggantian transmiter dan receiver yang memakan banyak biaya. Baru pada tahun 1940 Armstrong bisa mendirikan stasiun radio FM pertama dengan biayanya sendiri. Dua tahun kemudian Federal Communication Comission (FCC) mengalokasikan beberapa frekuensi untuk stasiun radio FM yang dibangun Armstrong. Perlu waktu lama bagi modulasi frekuensi untuk menjadi sistem yang digunakan secara luas. Selain itu hak paten juga tidak kunjung didapatkan oleh Armstrong.
   Frustasi akan segala kesulitan dalam memperjuangkan sistem FM, Armstrong mengakhiri hidupnya secara tragis dengan cara bunuh diri. Beruntung istrinya kemudian berhasil memperjuangkan hak-hak Armstrong atas penemuannya. Barulah pada akhir 1960-an FM menjadi sistem yang benar-benar mapan. Hampir 2000 stasiun radio FM tersebar di Amerika, FM menjadi penyokong gelombang mikro (microwave), pada akhirnya FM benar-benar diakui sebagai sistem unggulan di berbagai bidang komunikasi.



Manajemen Data Telematika

Pengertian Client-Server
        Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layananrequest data kepada komputer lain. Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client, sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server. Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisiserver yang sering disebut database server, seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau SQL Server. Client-Server adalah arsitektur jaringan yang memisahkan client(biasanya aplikasi yang menggunakan GUI ) dengan server. Masing-masing client dapat meminta data atau informasi dari server. Sistem client server didefinisikan sebagai sistem terdistribusi, tetapi ada beberapa perbedaan karakteristik yaitu :
1. Servis (layanan)
- Hubungan antara proses yang berjalan pada mesin yang berbeda
- Pemisahan fungsi berdasarkan ide layanannya.
- Server sebagai provider, client sebagai konsumen
2. Sharing resources (sumber daya)
- Server bisa melayani beberapa client pada waktu yang sama, dan meregulasi akses bersama untuk share sumber daya dalam menjamin konsistensinya.
3. Asymmetrical protocol (protokol yang tidak simetris )
- Many-to-one relationship antara client dan server.Client selalu menginisiasikan dialog melalui layanan permintaan, dan server menunggu secara pasif request dari client.
4. Transparansi lokasi
- Proses yang dilakukan server boleh terletak pada mesin yang sama atau pada mesin yang berbeda melalui jaringan.Lokasi server harus mudah diakses dari client.
5. Mix-and-Match
- Perbedaan server client platforms
6. Pesan berbasiskan komunikasi
- Interaksi server dan client melalui pengiriman pesan yang menyertakan permintaan dan jawaban.
7. Pemisahan interface dan implementasi
- Server bisa diupgrade tanpa mempengaruhi client selama interface pesan yang diterbitkan tidak berubah.

Karakter Client-Server
      Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas sebagai berikut:
-    Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda.
-    Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama dan mengatur pengaksesan resource .
-    Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
-    Mix-and-match : tidak tergantung pada platform.
-    Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.
-    Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan.
-    Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertical maupun horizontal.
- Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri.

Keuntungan Client-Server
-  Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
-  Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
-  Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.
-  Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.
-   Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

Kelemahan Client-Server
- Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
- Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
- Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
-  Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request

Arsitektur Client-Server
-    Menggunakan LAN untuk mendukung jaringan PC
-    Masing-masing PC memiliki penyimpan tersendiri
-    Berbagi hardware atau software

Arsitektur File Server
-    Model pertama Client/Server
-    Semua pemrosesan dilakukan pada sisi workstation
-    Satu atau beberapa server terhubungkan dalam jaringan
-    Server bertindak sebagai file server
-    File server bertindak sebagai pengelola file dan memungkinkan klien mengakses file tersebut.

Arsitektur Database Server
- Klien bertanggung jawab dalam mengelola antar muka pemakai (mencakup logika penyajian data, logika pemrosesan data, logika aturan bisnis).
-  Database server bertanggung jawab pada penyimpana, pengaksesan, dan pemrosesan database.
-  Database serverlah yang dituntut memiliki kemampuan pemrosesan yang tinggiv  Beban jaringan menjadi berkurang.
-  Otentikasi pemakai, pemeriksaan integrasi, pemeliharaan data dictionary dilakukan pada database server
-  Database server merupakan implementasi dari two-tier architecture.

Applicstion Architectures

- Two-tier architecture, Contoh : program klien menggunakan ODBC/JDBC untuk berkomunikasi dengan database.
- Three-tier architecture, Contoh : aplikasi berbasis Web.
Contoh Two-Tier Architecture :

Contoh Three-Tier Architecture :


Beberapa Keuntungan Arsitektur Three-Tier :
- Keluwesan teknologi
- Mudah untuk mengubah DBMS engine
- Memungkinkan pula middle tier ke platform yang berbeda
- Biaya jangka panjang yang rendah
- Perubahan-perubahan cukup dilakukan pada middle tier daripada pada aplikasi keseluruhan

Teknologi Web
Teknologi untuk membentuk aplikasi Web yang dinamis :
1)      Teknologi pada sisi klien (client-side technology)
2)      Teknologi pada sisi server (server-side technology)

Teknologi pada sisi Klien :
- Kontrol Active X
- Java applet
- Client-side script (JavaScript dan VBScript)
- DHTML (CSS / Cascading Style Sheets)

Teknologi pada sisi Server :
- Proprietary Web Server API (ISAPI dan NSAPI)
- Active Server Pages (ASP)
- Java Server Pages (JSP) dan Java Servlets
- PHP

Rabu, 12 November 2014

Layanan Telematika

Layanan Telematika
     Layanan Telematika ialah layanan untuk dial up ke internet ataupun dapat juga dial up ke jaringan lain yang didasarkan pada system telekomunikasi untuk mengirimkan data. Layanan telematika dibagi menjadi beberapa jenis yaitu :
     -          Layanan Telematika di Bidang Informasi
Layanan telematika di bidang informasi ialah layanan yang digunakan untuk memberikan info tentang adanya kemiskinan dan kesenjangan di masyarakat. Sehingga pemerintah dapat turut membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat memberantas kemiskinan dan kesenjangan. Layanan ini juga digunakan untuk menjembatani budaya serta meningkatkan keharmonisan di dalam masyarakat. Contoh layanan telematika di bidang informasi misalkan jasa pelayanan internet, informasi lalu lintas terbaru dll.
    -          Layanan Telematika di bidang Keamanan
Layanan telematika di bidang keamanan ialah layanan yang sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah terhapus atau hilang. Sistem dari keamanan ini juga dapat membantu untuk mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan penempatannya serta layanan ini dapat membantu memantau dan mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. 
    -          Layanan Context Aware dan Event-Based
Layanan context aware dan event – based ialah layanan yang memiliki kemampuan network untuk mengetahui berbagai konteks seperti kumpulan parameter dari pengguna atau user dan pengguna itu sendiri serta memberikan layanan sesuai dengan parameter – parameter yang dibutuhkan.
    -          Layanan Perbaikan Sumber
Layanan perbaikan sumber ialah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). Sdm telematika adalah seseorang yang melakukan aktifitas yang berhubungan dengan media,, telekomunikasi dan informatika. Konsep dari pengembangan sumber daya manusia itu sendiri di bidang telematika ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan pendayagunaan SDM telematika.
     Pada jenis – jenis layanan telematika tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing - masing yaitu :
     Kelebihan dari masing – masing jenis layanan telematika
 -  Layanan Telematika di Bidang Informasi, bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat khususnya kalangan menengah kebawah sehingga dapat merasakan pemerataan teknologi dan informasi.
   -    Layanan Telematika di bidang Keamanan, Masyarakat pada umumnya dapat merasa lebih aman karena jika terjadi sesuatu yang diinginkan, mereka dapat langsung menghubungi pihak berwajib dengan teknologi yang ada.
   -   Layanan Context Aware dan Event-Based, pengguna dapat hak privasi yang lebih tanpa harus melakukan banyak / otomatis sistem yang telah mengatur agar si pengguna tidak diganggu dalam waktu yang diinginkan si pengguna.
   -    Layanan Perbaikan Sumber,  contohnya pada yellow pages service, setiap orang dapat bantuan yang lebih dalam mencari alamat / nomor telepon suatu instansi.
      Kekurangan dari masing – masing jenis layanan telematika
  -  Layanan Telematika di Bidang Informasi, jika perhatian kepada mereka yang kurangnya informasi dari kebebasan akses yang mereka lakukan, akan berdampak buruk yang disebabkan pihak yang tidak bertanggung jawab.
   -     Layanan Telematika di bidang Keamanan, keamanan ini juga berdampak buruk jika ada oknum / hacker yang berniat jahat untuk membobol suatu sistem keamanan.
  -  Layanan Context Aware dan Event-Based, pengguna akan terlambat mengetahui jika ada panggilan penting saat ia tidak ingin diganggu, contohnya, ia tidak tahu kalau anaknya masuk rumah sakit ketika ia sedang rapat.1.
    -   Layanan Perbaikan Sumber, tidak mudah mencari / tidak cepat karena yellow pages masih dalam bentuk buku. Jadi orang yang ingin mencari informasi di dalamnya harus mencari secara manual dengan membaca indeksnya terlebih dahulu.



Rabu, 15 Oktober 2014

Telepon Alat Telematika

Dalam pembahasan alat telematika, saya ingin menjelaskan tentang alat telematika yaitu telepon. Telepon ialah suatu alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan suara atau membentuk sebuah percakapan. Telepon beroperasi menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga membantu pengguna satu berkomunikasi dengan pengguna yang lainnya.
Telepon sudah ada sejak bertahun tahun lamanya, perkembangan telepon sangat pesat. Telepon untuk jaman dahulu bermodel princess phone, yaitu telepon dimana angkanya diputar jika pengguna ingin berbicara atau berkomunikasi dengan pengguna yang lain. Selanjutnya telepon ip dimana telepon ip ini menggunakan koneksi internet untuk mengirimkan data. Kemudian telepon yang sekarang lebih banyak digunakan atau biasa kita sebut telepon digital. Telepon digital itu berbeda dengan telepon princess phone, telepon digital jika pengguna ingin menghubungi atau berkomunikasi dengan pengguna lain hanya tinggal menekan angka atau nomor yang akan dihubungi. Kemudian lebih canggihnya sudah ada handphone yang penggunaannya hampir sama seperti telepon yaitu untuk mempermudah berkomunikasi atau bercakap. Hanya perbedaannya handphone lebih mudah dibawa kemanapun, dapat mengirim pesan dan juga menelepon.
Fungsi telepon bagi saya untuk mempermudah orang – orang yang ada disekeliling saya untuk menghubungi saya jika orang – orang tersebut tidak memiliki handphone dan membantu saya agar bisa melakukan komunikasi dan bercakap ke sepupu yang berbeda tempat tinggal dengan saya. Penggunaan alat telepon sangat mudah, kita hanya menekan tombol atau angka yang nomor telepon tujuannya ingin kita hubungi kemudian pada gagang telepon yang kita angkat akan terdengar suara dari pengguna yang kita hubungi nomornya. Dan jika telepon itu tidak ada mungkin yang terjadi orang-orang yang memiliki keluarga atau sahabat yang tempat tinggalnya berjauhan akan sulit untuk saling menanyakkan kabar atau memberikan kabar mereka. Sehingga telepon sangat berguna sekali untuk orang-orang agar bisa saling berkomunikasi tanpa harus bertatap muka.


Referensi :


Rabu, 01 Oktober 2014

Telematika

Sejarah Telematika
            Kata  telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’Informatisation De La Societe. Kata telematika berasal dari bahasa Perancis “Telematique” yang merupakan gabungan kata dari telekomunikasi dan informatika. Para praktisi menyatak bahwa “Telematics” singkatan dari “Telecomunications and Informatics” sebagai wujud dari perpaduan konsep antara Computing and Communication. Telematika secara umum dapat digunakan untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau Global Positioning System (GPS) dan untuk lebih spesifiknya telematik dapat digunakan pada bidang kendaraan dan lalulintas. Jadi telematika itu sendiri ialah suatu alat teknologi komunikasi jarak jauh yang digunakan untuk menyampaikan informasi dengan system digital.

Fungsi Telematika
            Telematika sebagai komunikasi jarak jauh memiliki fungsinya tersendiri yaitu :
-          Penyampaian informasi, dimana telematika digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai pengetahuan agar pengetahuan manusia bisa lebih berkembang lagi setelah adanya telematika.
-          Sarana kontak sosial hidup bermasyarakat, dimana telematika dalam fungsi ini digunakan untuk penghubung antara peserta untuk bekerja sama yang menimbulkan keakraban, kebersamaan dan kesatuan . jadi telematika ini membantu proses interaksi social dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah.

Sejarah perkembangan Telematika di Indonesia
            Di zaman pra sejarah dalam beberapa kasus manusia menggunakan simbol yang berupa ukiran pada batu  atau dinding gua. Awalnya komunikasi tertulis dikembangkan agar informasi yang di dapat bisa disimpan dan dibaca oleh manusia. Kemudian dengan ditemukannya teknologi baru yaitu teknlogi cetak, informasi yang didapat dapat disebarkan ke wilayah yang lebih luas dan lebih murah. Perkembangan media elektronik yang dimaksud ialah radio, televisi dan telepon.
Di Indonesia perkembangan telematika mengalami 3 periode berdasarkan fenomena yang terjadi dimasyarakat.
1.      Periode Rintisan
Periode yang dimulai dari tahun 1970 sampai 1980, pada periode ini jaringan telepon, saluran televise nasional, stasiun rado nasional dan internasional muelai dikenal di Indonesia meskipun penggunananya masih jarang.
2.      Periode Pengenalan
Periode yang dimulai dari tahun 1990 pada periode ini teknologi telematika telah banyak digunakan oleh masyarakat.
3.      Periode Aplikasi
Periode ini sudah dimulai pada tahun 2000an, pada periode ini bermunculan teknologi – teknologi yang perkembangannya semakin pesat yaitu teknologi mobile phone dimana kapasitasnya antara 1Gb dan dapat terkoneksi ke internet, stasiun televisi dan teleconference. Kemudian untuk teknologi komputer telah berkembang mlti processor, multislot memory dan jaringan internet yang bersifat wireless atau tanpa kabel.
            Indonesia juga memiliki masa yang dibagi menjadi 2 yaitu :
1.      Masa pra satelit
a.       Radio dan telepon
Masa ini ialah masa – masa terbatas untuk radio dan telepon. Radio Republik Indonesia muncul dikarenakan kebutuhan yang mendesak dan alat yang seadanya, kemudian pendiri RRI melangsungkan pertemuan pada tanggal 11 september 1945 untuk mengumumukan jati diri RRI sebagai sarana komunikasi antar pemerintah dengan rakyatnya dan rakyat dengan rakyat. Sedangkan telepon pemerintah membangun telekomunikasi masih kecil jumlahnya
b.      Televisi
Badan penyiaran televisi muncul tahun 1962 sebelum adanya satelit. Siaran percobaan untuk televisi pertama kali terjadi pada tanggal 17 agustus 1962. Jadi Indonesia hanya mengenal telekomunikasi yang bersifat terrestrial.
2.      Masa satelit
Setelah ditelusuri awa mula satelit dari sebuah konferensi di Janewa tahun 1971 yang disebut WARCST (World Administrative Radio Confrence on Space Telecomunication). Resminya satelit ini mealui pidato kenagraan presiden Soeharto Jakarta 16 Agustus 1976. Tetapi peluncuran satelit ini merupakan kebijakan nasional yang gagasan awalnya dicetuskan oleh pemerintah.

Peranan telematika
1.      Mengoptimalkan proses pembangunan
Ialah telematika memberika pelayanan untuk terus mengoptimalkan atau mengusahakan agar proses pembangunannya bisa menajdi baik dan sesuai dengan keinginan tanpa adanya jarak.
2.      Meningkatkan pendapatan
Produk dan jasa teknologi telematika merupakan pembangun untuk memberika peningkatan pendapatan bagi perorangan.
3.      Pemersatu bangsa
Teknologi telematika dapat membantu menyatukan bangsa dengan teknologinya dari berbagai dareah dengan jarak yang cukup jauh.
  
Trend Telematika ke depan
Seiring berkembangnya jaman yang semakin modern diharapkan teknologi telematika dapat dikembangkan menjadi lebih canggih lagi. Setiap orang mempunyai kebebasan dan hak untu mengembangkan telematika tersebut asalkan manusia tersebut memiliki tanggung jawab yang besar dan tidak memikirkan untuk menguntungkan dirinya sendiri. Sehingga dapat muncul harapan untuk masa depan yang lebih baik untuk teknologi telematika di masa yang akan datang.